14 Bulan usia aisha kini. Ia telah tumbuh menjadi balita yang menggemaskan. Meski baru berucap "baba, mama, ajajajaja "
Namun ia sudah mengerti isyarat dan maksud tatapan, pun kalimat - kalimat dari kami. giginya kini hampir 8. Senangnya melihat pertumbuhan aisha kini. Namun ada hal - hal yang belakangan membuat saya baper. Ceritanya, teman seangkatan aisha kini satu persatu sudah mulai bisa berjalan, sementara aisha baru berani berdiri sendiri. Ada rasa menusuk disini. Entahlah. Belakangan aku terkesan memaksa aisha agar cepat jalan. Aku menatihnya dgn perasaan marah , kesal karna ia cenderung cengeng dan malas saat ditatih. Oh, Robbi. Maafkan ummi ya nak. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Saat melihatnya tertidur, perasaan bersalah menghantuiku. Aku teringat pesan seorang teman bahwa anak punya waktu masing2 kapan ia pintar berjalan, kapan ia pintar ini dan itu. Maafkan ummi ya nak. Semoga Aisha cepet jalan ya nak 😘😘😘
Matahari Senja
Rabu, 26 Oktober 2016
Minggu, 08 November 2015
Ibu Paruh Waktu
08 - 11 - 2015
Genap 3 bulan usia princessku hr itu. Artinya sudah dua bulan tepat aku meninggalkannya bekerja. Sudah dua bulan pula bayi mungilku meminum ASI perah yg sudah distock jauh hari sblmnya.
Sudah dua bulan aku menjadi ibu paruh waktu bagi bayiku. Sepenuhnya kini neneknya yg mengurusnya.
Sudah dua bulan aku hampir kehilangan rasa rempong sebagai seorang ibu. Ya, karna pagi sekali setiap harinya aku sudah sibuk dengan persiapan berangkat kerja. Sementara princess kecilku telah siap digendong neneknya hingga ikut mengantar kepergianku didepan rumah setiap harinya. sorenya sepulang bekerja, tugasku menyusuinya dan sibuk lagi dgan hal lainnya. Sungguh aku telah kehilangan rasa itu. Rasa memiliki yg sangat. Hingga tiap malam ketika aisha terbangun karna lapar kantukku terasa sangat berat. Ya Robb. Dosakah hamba?
Sudah dua bulan ini aisha "lebih butuh " neneknya dr pada aku. Terbukti saat menangis aisha diam seketika saat digendong neneknya. Oh aisha, marahkah pada ummi? Oh aisha inikah hukuman untuk ummi?
Sudah dua bulan ini aku hanya bisa menjadi ibu paruh waktu untuk princess kecilku, aisha putri. Iya aku hanya ibu paruh waktu. !
Genap 3 bulan usia princessku hr itu. Artinya sudah dua bulan tepat aku meninggalkannya bekerja. Sudah dua bulan pula bayi mungilku meminum ASI perah yg sudah distock jauh hari sblmnya.
Sudah dua bulan aku menjadi ibu paruh waktu bagi bayiku. Sepenuhnya kini neneknya yg mengurusnya.
Sudah dua bulan aku hampir kehilangan rasa rempong sebagai seorang ibu. Ya, karna pagi sekali setiap harinya aku sudah sibuk dengan persiapan berangkat kerja. Sementara princess kecilku telah siap digendong neneknya hingga ikut mengantar kepergianku didepan rumah setiap harinya. sorenya sepulang bekerja, tugasku menyusuinya dan sibuk lagi dgan hal lainnya. Sungguh aku telah kehilangan rasa itu. Rasa memiliki yg sangat. Hingga tiap malam ketika aisha terbangun karna lapar kantukku terasa sangat berat. Ya Robb. Dosakah hamba?
Sudah dua bulan ini aisha "lebih butuh " neneknya dr pada aku. Terbukti saat menangis aisha diam seketika saat digendong neneknya. Oh aisha, marahkah pada ummi? Oh aisha inikah hukuman untuk ummi?
Sudah dua bulan ini aku hanya bisa menjadi ibu paruh waktu untuk princess kecilku, aisha putri. Iya aku hanya ibu paruh waktu. !
Selasa, 22 September 2015
My life so perfect !
Aisha Putri Fathurrozi
Bayi mungil itu menangis diujung jeritan sakit yang kurasa. Alhamdulillah kamu lahir kedunia nak, lengkap. Alhamdulillah 😂😂😂
Hidupku sempurna kini sebagai seorang wanita.
Menjadi istri dan seorang ibu.
My life so perfect
Bayi mungil itu menangis diujung jeritan sakit yang kurasa. Alhamdulillah kamu lahir kedunia nak, lengkap. Alhamdulillah 😂😂😂
Hidupku sempurna kini sebagai seorang wanita.
Menjadi istri dan seorang ibu.
My life so perfect
Kamis, 25 September 2014
99 Cahaya Dilangit Eropa ( the wonderful one )
Sebuah film yang diangkat dari novel laris dengan judul yang sama yaitu 99 Cahaya Dilangit Eropa yang ditulis oleh Hanus Salsabila Rais ini cukup sukses menyita perhatian para pemburu film seperti saya. Saya bangga karena indonesia telah sukses mempersembehkan film yang wajib ditonton semua kalangan tersebut. Film ini bercerita tentang pengalaman menemukan cahaya islam yang dialami penulis selama 3 tahun menemani suami mengambil studi doktoral di Wina, Austria.
Dalam sinopsinya Hanum bercerita
"Eropa dan Islam. Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.
Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.
Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.
Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.
Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan
Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.
Saat memandang matahari tenggelam di Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul, aku bersimpuh. Matahari tenggelam yang aku lihat adalah jelas matahari yang sama, yang juga dilihat oleh orang-orang di benua ini 1000 tahun lalu. Matahari itu menjadi saksi bisu bahwa Islam pernah menjamah Eropa, menyuburkannya dengan menyebar benih-benih ilmu pengetahuan, dan menyianginya dengan kasih sayang dan toleransi antar umat beragama.
Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna."
Film ini bukan hanya menjadi hiburan semata dengan pemandangan keanggunan eropa dengan segala budaya dan adat istiadatnya, Namun film ini juga memberikan pengetahuan baru untuk saya pribadi, membuat saya segera mungkin mencari literatur kejayaan islam yang sempat tumbuh indah di sana. Saya merasa puas sekali dengan dimunculkannya film ini, saya juga bangga terhadap penulis yaitu Mba Hanum Rais yang telah membawa kami jauh menjelajah peninggalan sejarah islam di eropa sana, tak ketinggalan saya juga bangga sebagai orang islam.
Saya berharap Indonesia gencar memproduksi film - film seperti ini.
Sekian
Selasa, 23 September 2014
Seorang dari Mesir
Wajah ini, pertama sekali kulihat kala mendapat perintah mengecek email dari seorang pembina pengajian. Proposal!!!
cieee, ciee dapet proposal ikhwan! canda seorang sahabat yang kala itu menemani.
Ya benar saja., kami menyebutnya proposal. Proposal Ta'aruf!
Ada rasa debar menyusup menjalari peredaran darah kala itu. cess!! Entahlah, mungkin itu yang kurasa.
Kubaca detail data yang tertera pada lembar halaman demi halaman Ms. Word itu. berulang, sekali dua kali tiga kali, aduhaiii....
Bersambung ...
Rabu, 19 Maret 2014
Pada dasarnya setiap kita adalah pemenang
ketika kita berlomba dengan miliyaran sel yang lain. kitalah yang paling baik bentuk, kualitas dan kecepatannya. karena, yang bisa menembus sel telur adalah yang paling baik kualitas sel nya.
tidak ada manusia yang diciptakan tanpa bakat, tanpa kecerdasan karena Allah telah menciptakan kita dengan sebaik - baiknya.
yyuk kita lihat bagaimana cara mengetahui bakat anak kita :)
http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/11/17/mweavq-kenali-bakat-terpendam-anak-ini-caranya
ketika kita berlomba dengan miliyaran sel yang lain. kitalah yang paling baik bentuk, kualitas dan kecepatannya. karena, yang bisa menembus sel telur adalah yang paling baik kualitas sel nya.
tidak ada manusia yang diciptakan tanpa bakat, tanpa kecerdasan karena Allah telah menciptakan kita dengan sebaik - baiknya.
yyuk kita lihat bagaimana cara mengetahui bakat anak kita :)
http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/11/17/mweavq-kenali-bakat-terpendam-anak-ini-caranya
Langganan:
Postingan (Atom)



